Kamis, 10 Juli 2008

Cerita tentang me






Nama : Budiman

NPM : 07215110504

Jurusan/Semester : Teknik Sipil / 2

Aku lahir di pulau yang begitu indah, yang di kelilingi oleh pantai dengan pasir yang putih yang sangat bagus bagi pemandangan, Pulau ini bernama pulau lombok.

Aku lahir pada tanggal 09 November 1989 di lombok tengah yaitu desa sengkerang, dan pada tahun 1995 aku mulai memasuki bangku Sekolah Dasar ( SD ) yang bernama SDN1 sengkerang setelah lulus dari bangku sekolah dasar kemudian saya beranjak menuju bangku sekolah menengah pertama, mengingat kondisi ke uangan orang tua, aku pun masuk kesekolah menengah suasta yang ada di desaku yaitu MTs sengkerang, sekolah yang mempunyai bayaran yang paling rendah, 3 tahun saya berjuang dan akhirnya lulus walaupun niali yang rendah tapi cukup untuk masuk ke sekolah negeri, dan pada tahun 2004 saya masuk sekolah kejuruan di bidang teknologi yang pertqama kali ada di lombok tengah yaitu SMKN 2 Praya Tengah, dan saya mengambil jurusan teknik sipil dan juga saya adalah angkatan yang pertama di sekolah itu dan yang 100% lulus semua, dalam arti tidak ada yang tidak lulus, dan saya sangat senang dan bangga sekolah di situ, kemudian saya beranjak kekota mengikuti jejek paman saya, yaitu bogor tempat paman saya bekerja, dan saya melanjutkan sekolah ku menuju perguruan tinggi yang ada di bogor, yaitu UIKA ( Universitas Ibnu Khaldun Bogor ), yang biaya kuliah nya lumayan rendahdi banding kampus – kampus lainnya, dan sekarang saya sedang memsuki semester 3 di UIKA Bogor, walaupun swasta tapi saya sangat senang kuliah di sana, kjaaraena caara mengajar dosennya sangat bagus, dan syukur alhamdulillah saya bisa beradaptasi sama orang bogor walaupun hanya saya sendiri yang dari lombok kuliah di sana.

Wassalam………….budhie_mance@yahoo.com or

budhieman@gmail.com,.,.,

Sabtu, 05 Juli 2008

beton betulang

Beton Bertulang

23,f 2007 · Tidak ada Komentar

I. Konsep Beton Bertulang

Beton bertulang (reinforced concrete) tersusun dari bahan beton dan baja, yang antara keduanya mempunyai ikatan/lekatan (bond) yang kuat sehingga membentuk suatu bahan komposit. Beton mempunyai kekuatan yang besar dalam menahan gaya tekan (compression), namun lemah dalam menahan gaya tarik. Bagian beton yang menahan gaya tarik akan diperkuat atau digantikan oleh baja tulangan.

II. Bahan Penyusun Beton

Beton tersusun dari beberapa bahan yaitu:
1. semen
2. air
3. agregat halus (pasir), ukuran butir ≤ 5 mm
4. agregat kasar (kerikil, batu belah), ukuran butir > 5 mm
5. bahan tambah (admixture)

Campuran semen dan air yang berupa pasta merupakan bahan pengikat pasir dan kerikil menjadi satu kesatuan. Semen dan air ini akan bereaksi secara kimiawi, sehingga bahan-bahan tersebut akan menjadi satu kesatuan yang padat dan keras seperti batu.

2.2. Sifat-sifat bahan penyusun beton

Beton keras mempunyai kuat tekan yang tinggi. Beberapa faktor yang berpengaruh pada mutu beton antara lain:
1. umur beton
2. faktor air semen (water cement ratio)
3. proporsi campuran bahan penyusun dan bahan tambah
4. sifat mudah dikerjakan (workability)
5. perawatan beton (curing).






Konsep Tata Ruang Belum Mengakomodasi Anc aman Gempa

Konsep Tata Ruang Belum Mengakomodasi Anc aman Gempa
Senin, 03 Januari 2005 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Konsep tata ruang yang ada sekarang ini ternyata belum mengakomodasi data potensi rawan bencana, khususnya gempa bumi. Kelemahan ini terungkap dalam konferensi pers mengenai gempa bumi di Sumatera dan ancaman bagi Indoensia di Jakarta, Senin (3/1).

“Perlu studi khusus untuk penataan ruang. Jangan sampai membangun infrastruktur di daerah rawan gempa," kata Danny Natawidjaya, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menurut Danny, perlu penelitian mendalam tentang konstruksi bangunan yang ada di daerah rawan gempa. Daerah patahan Sumatera yang dikenal daerah rawan gempa, kata dia, meskipun dibangun dengan konstruksi tahan gempa bangunan tetap tidak menjamin tahan gempa.

Danny menambahkan, masyarakat di daerah potensi gempa harus dididik menghadapi bencana yang stiap saat muncul secara tiba-tiba. “Peristiwa gempa di Aceh dan Sumatera Utara, pada saat kejadian warga Banda Aceh lari ke pantai. Bukan ke bukit seperti yang dilakukan masyarakat Simeleu yang ternyata sudah terbiasa menghadapai gempa,” tuturnya.

Tips ini dibenarkan Kerry Sieh, Kepala Zona Subduktif Sumatera Observasi Tektonik dari Institut Teknologi California. Dia mengatakan, di masa depan harus ada prediksi atas gempa yang akan terjadi. “Hal itu bukan untuk mengakuti, tapi sebagai peringatan dini bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi bila tidak ada antisipasi terhadap bahaya yang mengancam," ujarnya.

Sieh menganalogikan, masalah gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara ini dengan anak muda yang tidak memperhatikan kesehatannya. Dimasa tua mereka akan membutuhkan biaya besar untuk mengobati berbagai penyakit yang menggerogoti usianya.

Trik- trik tahan gempa

KONSEP RUMAH TAHAN GEMPA

Denah Bangunan :

  • Denah yang terlalu panjang harus dipisahkan (Gambar 1.a)
  • Denah berbentuk L harus dipisahkan (Gambar 1.b)
  • Denah berbentuk U harus dipisahkan (Gambar 1.C)

Bangunan Tembok :

  • Dinding bata harus kuat dengan kolom,sloof, rinf balok dari beton atau kayu
  • Dinding bata harus angker terhadap kolom,sloof dan ring balok
  • Sloof harus diberi angker terhadap pundasi

Bangunan Kayu :

  • Hubungan antara kolom dan balok atap harus diberi balok penapong diagonal dan datar
  • Hubungan antara balok lantai dan kolon harus diberi balok panopang diagonal dan datar
  • Pundasi umpak harus tertanam sedalam > 20 cm ke dalam tanah

Bentuk Ideal Bangunan Tahan Gempa

Pepatah pengalaman merupakan guru terbaik ada benarnya juga. Berdasar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa, khususnya pada bangunan sederhana, perlu diperhatikan beberapa hal berkaitan dengan struktur bangunan yang akan dibangun. Bentuk ideal bangunan tahan gempa, secara struktur memiliki bentuk yang sederhana, kompak dan simetris pada kedua arah. Hal ini dimaksudkan agar bangunan mempunyai kekakuan yang cukup besar terhadap pengaruh momen puntir yang diakibatkan oleh gempa. Menurut Sudarmadi bangunan dengan bentuk yang sederhana dan simetris seperti bujur sangkar, persegi panjang, atau lingkaran, mempunyai ketahanan yang paling baik terhadap pengaruh gempa meskipun secara estetika dinilai sangat kurang.

Struktur bangunan tidak boleh terlalu langsing, baik denah maupun potongannya dengan kekakuan yang cukup. Struktur bangunan yang mempunyai perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan yang besar, akan mengalami simpangan lateral cukup besar akibat gempa. Simpangan lateral yang besar akan mengakibatkan terjadinya momen-momen sekunder pada bangunan (pengaruh P-delta). Selain itu pada struktur bangunan yang langsing, beban gempa dapat mengakibatkan momen guling yang besar.

Distribusi kekakuan dan kekuatan struktur sepanjang tinggi bangunan harus seragam dan konsisten. Dalam perencanaan struktur tahan gempa, perlu dihindari adanya perubahan kekakuan mendadak pada arah vertikal dari bangunan. Jika konfigurasi struktur dalam arah vertikal tidak seragam dan konsisten, bila terjadi suatu getaran yang besar, akan mengakibatkan keruntuhan pada bagian bangunan dengan tingkat kakakuan rendah.

Untuk mendapatkan struktur yang kuat terhadap pengaruh gempa sekaligus ekonomis, perlu dirancang struktur yang kaku pada saat terjadi gempa kuat. Sehingga pada saat terjadi gempa kuat, struktur mempunyai kemampuan untuk menghalangi deformasi yang besar tanpa mengakibatkan keruntuhan.

Sudarmardi menambahkan, kerusakan gedung akibat gempa dapat diminimalisir dengan beberapa sistem penahan gempa lainnya. Seperti sistem base isolation dengan menggunakan bantalan karet yang dikenal dengan seismic bearing. Atau sistem dinding geser yang dikenal dengan shear wall yang berguna sebagai penahan gerakan gempa dari samping.



Jumat, 04 Juli 2008

LANTAI

Lantai adalah suatu tempat untuk berpijak pada rumah, atau suatu bagian dari bangunan yang tidak boleh tidak ada, atau juga sebagai pembatas antara ruang bawah dan ruang atas,

jenis lantai itu ada 2 macam antara lain :

1.lantai bawah
adalah lantai yang tempatnya di bawah, umumnya lantai ini tidak menggunkan beton atau di cor,

2.lantai atas
adalah lantai yang tempatnya di atas, lantai atas dihitung muali dari lantai 2 sape lantai seterusnya. lantai ini biasanya menggunakan beton dan kayu. kebanyakan yang menggunakan beton karena lebih kuat walaupun arganya lebih mahal.


dalam pembuatan lantai perhitungannya tidak boleh sembarangan karana bisa mengakibatkan bnyak kerugian bila salah, dalam pengerjaanya juga harus bagus, campurannya harus harus 1 : 2 : 3, tidak boleh sembarangan.

podasi beton

pondasi ini mempunyai kekuatan yang bagus bila perencanaannya bagus, pondasi ini juga termasuk pondasi yang harganya cukup mahal, dan pengerjaannya pun luman butuh waktu lama, dan juga Pembesian Pondasi dengan besi ulir pendetailan tulangan pada posisi sudut-sudut pondasi tidak sesuai dengan Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis dimana banyak kait-kait atau penjangkaran tulangan yang tidak dibuat.

Rabu, 02 Juli 2008

Pondasi

Pondasi adalah suatu tempat singahnya suatu bangunan atau penahan suatu bangunan ataupun sebagai awal pemulai bangunan, Pondasi memunyai 2 macam antara lain :

1.PONDASI DANGKAL

Jenis pondasi dangkal yaiti :
-Pondasi umpak
-Pondasi bata (Rolak)
-Pondasi batu kali
-Pondasi Foot plat (beton lantai 4 kebawah)
-Pondasi serang laba-laba
-Pondasi sumuran

2.PONDASI DALAM
-Pondasi tiang pancang.


PONDASI DANGKAL


1.Pondasi Rolak

Pondasi rolak adalah pondasi yang menggunakan batu bata saja, biasanya di gunakan pada pondasi teras.


2.Pondasi Batu kali

Podasi batu adalah pondasi yang menggunakan bebatuan, yang biasanya di gunakan pada bangunan sederhana atau bangunan tidak bertingkat.


3. Pondasi Beton

Pondasi beton adalah pondasi yang menggunakan semen, pasir,krikil dan besiuntuk jadi tulangannya,biansanya di gunakan pada bangunan bertingkat, contoh gambar detail pondasi seperti gambar berikut ini :

pondasi-detail.jpg

gambar detail pondasi seperti gambar berikut ini :

pondasi-detail.jpg

pondasi-detail.jpg